Secercah Harapan yang Terpendam

Anisa semakin nyaman menikmati pemandangan daun yang bergoyang. Ia begitu kagum dengan yang dia lihat. Dia semakin terpesona saat sepasang burung kutilang tiba-tiba hinggap di ranting pohon. Burung-burung itu bernyanyi sahut-sahutan. Tidak hanya itu, sang burungpun juga kejar-kejaran. Sepertinya¬†kedua burung itu sepasang kekasih. Wah romantisnya. Andaikata aku bisa seperti itu. Tapi sama siapa ya?? Batin … Continue reading Secercah Harapan yang Terpendam

Advertisements

Mengikhlaskan Yang Tercinta

Setelah membaca surat dari Hasan, ibunda Anisa merenung sejenak. Ia merasa tidak asing lagi dengan nama Hasan. Apa mungkin yang namanya Hasan itu, yang datang dua hari lalu?? Saat Anisa sedang bekerja sift malam? Ah tidak mungkinlah dia tau alamat rumah kami kalau di dalam surat dia menyatakan diri tidak mengenal Anisa melainkan hanya sedikit. … Continue reading Mengikhlaskan Yang Tercinta

Daun Yang Dirindukan

Duhai daun, engkau begitu setia menemani tangkai yang telah menopangmu. Saat hujan lebat menerpamu, engkau tak merintih kesakitan karena derasnya air yang menimpamu. Kala angin bertiup kencang, engkau tetap kokoh memegang sang tangkai. Daun, aku kagum padamu, kesetiaanmu begitu tulus, begitupun cinta yang kau berikan kepada tangkai yang telah menopangmu. Duhai daun, andai kau bisa … Continue reading Daun Yang Dirindukan