Memperjuangkan Kekurangan ataukah Memoles Kelebihan?

Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bahkan anak yang kembar pun memiliki keunikan yang berbeda satu sama lain. Kelebihan dan kekurangan yang dimiliki manusia ini menjadikan mereka saling menguatkan, melengkapi, dan saling tolong menolong.

Mereka yang mengetahui kekurangannya, akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Dengan diperbaikinya kekurangan yang ia miliki, ia merasa bahwa dirinya telah sempurna, padahal sobat, belum tentu kekurangan yang berhasil kita perbaiki tersebut penting dan berguna untuk kehidupan kita. Lantas apakah salah apabila kita memperbaiki kekurangan-kekurangan kita?

Sobat, pada dasarnya memang manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, namun apabila usaha yang diperlukan untuk memperbaiki atau memperjuangkan kekurangan itu sama dengan usaha yang digunakan untuk memoles kelebihan, alangkah lebih baik jika kita memilih untuk memoles kelebihan daripada memperjuangkan kekurangan. Kenapa memoles kelebihan lebih baik daripada memperbaiki kekurangan?

Sobat, apabila ada orang yang memiliki kelebihan menulis dan memiliki kekurangan dalam aritmatika, maka kira-kira yang manakah yang akan ia pilih? meningkatkan kemampuan menulis atau memperbaiki aritmatikanya?

Yups, pasti ada yang akan menjawab “Meningkatkan kemampuan menulis”, dan ada yang menjawab “Memperbaiki nilai aritmatika” nya.

Sobat, dalam memilih pilihan meningkatkan kemampuan ataupun memperbaiki kekurangan, kita harus mempertimbangkan masa depan kita dan mempertimbangkan kemampuan yang kita miliki.

Apabila berada pada posisi orang yang memiliki kemampuan menulis dan memiliki kekurangan dalam aritmatika, maka saya akan memilih meningkatkan kemampuan menulis daripada memperbaiki kekurangan aritmatika saya. Kenapa begitu sobat??

Sobat, saya lebih memilih meningkatkan kemampuan menulis karena saya yakin usaha untuk meningkatkan kemampuan tersebut akan lebih ringan daripada saya memperbaiki kemampuan aritmatika saya. Selain itu, saya juga yakin apabila saya senantiasa memoles kemampuan saya dengan baik, maka hasil yang akan saya peroleh juga akan semakin baik pula. Mungkin ada yang beranggapan bahwa memperbaiki kekurangan sama halnya dengan memoles kelebihan. Tapi tidak sobat, memoles kelebihan dan memperbaiki kekurangan itu sangat berbeda jauh. Bahkan jika dipandang dari segi usaha maka memperbaiki kekurangan akan membutuhkan usaha lebih besar daripada memoles kelebihan.

Beberapa hal yang menjadi latar belakang saya untuk tidak memperbaiki kekurangan,

  1. Memperbaiki kemampuan aritmatika perlu waktu lama daripada memoles kemampuan menulis saya. Hal ini karena saya sudah memiliki kemampuan menulis sejak berumur 6 tahun, sedangkan aritmatika baru saya pelajari ketika umur 8 tahun, misalkan. Apabila dikaitkan dengan selisih umur, maka perlu waktu kurang lebih 2 tahun supaya saya mahir dalam aritmatika, itupun kalau saya benar-benar serius menekuni aritmatika. Sedangkan jika saya lebih memilih menulis, mungkin hanya diperlukan waktu 1 atau 2 bulan untuk mengasahnya.
  2. Jika saya mengasah kemampuan menulis, mungkin ketika saya berumur 15 tahun sudah bisa menuliskan beberapa buku, tapi jika memperbaiki aritmatika, belum tentu umur 15 tahun saya bisa mengikuti lomba olimpiade matematika atau sejenisnya. Karena apa? karena dalam rentang waktu 9 tahun mengasah kemampuan menulis, saya sudah mahir bahkan memiliki relasi yang lebih kompeten dengan bidang menulis. Sedangkan dalam rentang waktu 7 tahun, saya masih belajar aritmatika, padahal teman-teman saya yang lebih suka aritmatika telah melaju jauh di depan saya.
  3. Menulis lebih saya sukai daripada aritmatika, makanya kenapa saya baru belajar aritmatika ketika berumur 8 tahun. Selain itu, jika saya menyukai menulis maka saya akan menulis dengan hati yang gembira dan tanpa tekanan. Sedangkan dengan belajar aritmatika, bisa jadi ada tekanan yang entah bagaimana mempengaruhi diri kita untuk mempelajarinya. Perlu diketahui sobat, apabila kita bekerja dibawah tekanan terus menerus, hasil yang akan dicapai sangat lebih buruk daripada bekerja dengan hati yang bergembira.

Sobat sebenarnya masih banyak lagi sebab-sebab saya lebih memilih memoles kelebihan saya daripada memperbaiki kekurangan saya. Saya rasa sekian dulu tulisan hari ini, pesan yang ingin saya sampaikan adalah “Poleslah kelebihan yang kita miliki, karena kelebihan tersebut merupakan permata yang kita miliki, dan jika kita ingin permata tersebut lebih indah, maka kita harus memolesnya terlebih dahulu menjadi bentuk prisma”.

 

 

Advertisements

Upaya Mengembangkan Ekonomi Maritim Indonesia

Geography is density”, posisi dan kondisi suatu negara sangat menentukan maju-mundurnya suatu bangsa. (Walter Isard, 1960)

 

Indonesia adalah negara maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki 17.508 pulau yang tersebar di sekitar garis Khatulistiwa. Luas wilayah Indonesia mencapai sekitar 8 juta kilo meter persegi. Wilayah perairan yang dimiliki oleh Indonesia sekitar dua pertiga dari total wilayah Indonesia dan sisanya merupakan wilayah daratan.

 

Kekayaan potensi sumber daya laut yang besar ini belum semua bisa dimanfaatkan dengan baik. Hal ini dikarenakan pembangunan nasional masih berorientasi pada daratan. Sedangkan, laut hanya dijadikan sebagai tempat eksploitasi sumber daya alam, pembuangan limbah industri, serta kegiatan ilegal lainnya yang merugikan negara maupun masyarakat.

 

Apabila menengok sejarah sebelum era penjajahan kolonial, bangsa Indonesia mampu menjadi negara maritim terbesar di dunia. Mulai abad ke-7 sampai abad 14, kerajaan Sriwijaya, Majapahit, kesultanan Islam (Samudra Pasai, Aceh Darusssalam, Jayakarta, Demak, Gresik, Cirebon, Gowa, dan Ternate) mampu menjadikan bangsa Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia. Bahkan cakupan wilayah yang pernah diduduki Majapahit sampai ke Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Papua Newgini, serta sebagian India dan China. Kerajaan-kerajaan tersebut menerapkan konsep sea power, yakni menempatkan wilayah laut sebagai fokus utama pembangunan.

 

Potensi sumber daya kelautan Indonesia sangat beragam, mulai dari sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pertambangan dan energi, wisata bahari, jasa maritim, dan sumber daya alam non-konvensional lainnya.

 

Potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui beberapa strategi dan kebijakan.

  1. Kebijakan di Bidang Perikanan

Kebijakan yang dapat dilakukan di bidang perikanan di antaranya adalah optimalisasi hasil produksi perikanan tangkap serta revitalisasi dan pembangunan kawasan industri perikanan terpadu, motorisasi, peningkatan jumlah armada dan alat tangkap, serta peningkatan kapasitas kelembagaan nelayan. Kawasan budidaya perikanan tangkap juga dapat dikembangkan melalui kebijakan pengembangan kawasan budidaya laut, air payau, dan air tawar berbasis komoditi unggulan melalui ekstensifikasi, rehabilitasi, revitalisasi lahan budidaya, dan peningkatan kapasitas kelembagaan budidaya ikan.

Pengembangan Unit Perbenihan Rakyat (UPR) dan balai benih perikanan untuk menyediakan induk unggul, peningkatan dan rehabilitasi sarana prasarana, penerapan sertifikasi perbenihan serta penguatan kelembagaan UPR diharapkan mampu menyuplai benih unggul bagi nelayan. Upaya dalam pengolahan pasca panen atau hasil industri perikanan, dapat dilakukan melalui kebijakan pengembangan hasil perikanan pasca panen dan pengembangan infrastruktur.

  1. Kebijakan di Bidang pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Kebijakan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif ini meliputi, peningkatan tata kelola adminsitrasi dan manajemen dengan dukungan sumber daya yang tersedia, peningkatan promosi budaya, pariwisata dan ekomi kreatif, mengembangkan destinasi wisata bahari, dan meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif pariwisata.

  1. Kebijakan di Bidang Infrastruktur

Kebijakan di bidang infrastruktur wilayah dan kawasan ini ditetapkan berdasarkan prioritas pengembangan sektor-sektor produksi seperti pusat pemukiman masyarakat, sentra industri pertanian, kawasan prioritas, komoditas dan lain-lain. Kebijakan-kebijakan tersebut adalah  pengembangan sarana dan prasarana transportasi terpadu di tingkat wilayah, pembangunan sarana telekomunikasi untuk pelayanan pemerintahan dan perekonomian, pembangunan energi alternatif, dengan memanfaatkan air laut, surya, angin, dan panas bumi, dan pembangunan sarana kawasan strategis.

  1. Kebijakan di Bidang Perhubungan

Kebijakan di bidang perhubungan yang dapat diterapkan untuk mendorong ekonomi maritim antara lain adalah mengembangkan sara transportasi laut, pengembangan infrastruktur kawasan strategis secara terpadu, mengembangkan regulasi standar pelayanan angkutan dan pelayanan pada fasilitas angkutan.

 

Kebijakan-kebijakan yang telah disebutkan di atas dapat dijadikan sebagai patokan atau garis ukur dalam pengembangan perekonomian maritim Indonesia. Meskipun masih banyak kebijakan ataupun strategi lainnya yang dapat meningkatkan perekonomian maritim Indonesia, setidaknya pemangku kebijakan dapat menerapkan sedikit kebijakan yang telah disebutkan di atas.

 

Untuk menjadikan kemaritiman sebagai leading sector dalam pembangunan nasional, maka kebijakan yang dilakukan harus mempertimbangkan keterkaitan antar sektor ekonomi. Hal ini dikarenakan fokus pembangunan kemaritiman cukup luas yang terdiri dari berbagai sektor ekonomi yang melibatkan instansi perhubungan, energi, pariwisata, industri dan perdagangan, lingkungan hidup, kelautan dan perikanan.

 

 

Belajar Perjuangan dari Sang Profesor Iswandi

Struktur tanah semakin hari semakin rusak harus mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak. Pasalnya apabila tanah rusak dan unsur hara yang dikandungnya juga ikut hilang, maka tanah tersebut sudah tidak bisa lagi untuk bercocok tanam, baik tanaman perkebunan, tanaman pangan maupun hortikultura. Kerusakan tanah yang terjadi saat ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan. Penggunaan pestisida berlebihan oleh petani dimulai setelah diserukannya penggunaan pestisida besar-besaran oleh pemerintah untuk mencapai swasembada pangan.
Secara logika, penggunaan pestisida memang menguntungkan, tetapi risiko terhadap kerusakan ekosistem lingkungan sangat tinggi. Hal inilah yang melatarbelakangi seorang Profesor kelahiran Payakumbuh Sumatera Barat menekuni dunia pupuk organik.
Namanya Prof. Dr. Ir. Iswandi Anas, M.Sc. dilahirkan di Payakumbuh Sumatera Barat pada tanggal 9 Mei 1950. Kedua orangtua Prof. Iswandi berprofesi sebagai petani kala itu. Latar belakang keluarga yang merupakan petani, ia pun bercita-cita menjadi petani juga. Cita-cita itu ia buktikan dengan menjadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor. Setelah resmi menjadi bagian dari Institut Pertanian Bogor, ia bertekad untuk berprestasi dan membanggakan nama kedua orangtuanya.
Tak sia-sia, Prof. Iswandi menyelesaikan studi di IPB dengan predikat cumlaude pada tahun 1976. Tidak puas dengan hanya menyandang gelar sarjana, Prof. Iswandi melanjutkan jenjang pendidikan S2 dan S3 di University of Ghent, Belgium. Masa studi di Belgium ia selesaikan dalam kurun waktu empat tahun yakni dari tahun 1982-1986. Adapun gelar profesor ia terima pada tahun 2005.
Sepak terjang Prof. Iswandi selama belajar sangat luar biasa. Ia sangat konsen dengan penggunaan pupuk organik hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Ia berusaha mengkampanyekan penggunaan pupuk organik sebagai pupuk utama dalam sistem pertanian di Indonesia.
Menurutnya, pupuk yang digunakan dalam sistem pertanian terutama tanaman pangan tidak hanya pupuk NPK, tetapi juga mencakup pupuk untuk menyediakan unsur makro dan mikro lainnya. Latar belakang inilah yang memacu Prof. Iswandi untuk meneliti potensi pupuk organik sebagai pupuk utama untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Hasil penelitian ini berhasil ia publikasikan dan mengantarkannya menjadi Principle Investigator untuk Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA) yang berpusat di Jepang pada tahun 2008-2010.. FNCA ini beranggotakan 15 negara yang di antaranya adalah Jepang, Indonesia, China, Australia, Bangladesh, Kazakhistan, Thailand, Filipina, Mongolia, Malaysia, Korea, dan Vietnam.
Ia juga pernah menjadi visiting profesor di berbagai universitas ternama dunia seperti University of Gottingen Jerman, University of Chiba Jepang, Hokkaido University Jepang, dan University of Ibaraki Jepang. Selain itu, ia juga pernah menjadi konsultan Analisis Dampak Lingkungan di Perkebunan, Kehutanan, Lapangan Golf, Perumahan, Komplek Industri, dan konsultan perkebunan tebu, sawit, dan teh di PTPN 8. Ia pun juga ditunjuk menjadi konsultan di System of Rice Intensivication (SRI).
Prestasi demi prestasi ia torehkan sejak menjadi dosen di Fakultas Pertanian IPB, prestasi pertama yang ia dapatkan adalah menjadi dosen terbaik tingkat Fakultas Pertanian pada tahun 1991-1992. Ia pun juga menadapat penghargaan pada ajang The Crop and Weed Science Society 2009 di India. Prof. Iswandi juga mendapat penghargaan dari Presiden Indonesia sebagai pelayan masyarakat terbaik selama 20 tahun.
Meski berprestasi, Prof. Iswandi tidak lupa dengan berorganisasi. Organisasi yang ia ikuti di antaranya adalah International Soil Science Society, Indonesian Soil Science Society (HITI), Indonesian Society for Microbiology (Permi), Ketua SRI Indonesia (2008-sekarang), Indonesian Ambassador for Microbial Ecology (2007-sekarang), dan Indonesian Fertilizer Council (DPI) (2009-sekarang).
Prof. Iswandi berpesan, “sebagai mahasiswa harus aktif dalam kegiatan seminar dan konferensi baik skala nasional maupun internasional. Bangun kepercayaan diri dan branding diri untuk memudahkan dalam memperbanyak jaringan dan relasi. Karena menurut memiliki relasi yang kuat bisa menghantarkan kita bertemu dengan orang-orang hebat dan menjadikan kita salah satu diantara mereka.” (RA/NW)

Agromaret.com Platform Agribisnis Masa Depan

Industri hilir di bidang pertanian sampai saat ini masih sangat terbatas, terutama di negara Indonesia. Padahal industri hilir di bidang pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam mensejahterakan petani. Satu hal yang sangat penting dalam upaya mensejahterakan petani adalah memutus rantai pemasaran produk-produk pertanian. Apabila rantai pemasaran semakin panjang maka semakin merugikan petani, pasalnya harga jual petani akan jauh lebih murah dibandingkan harga beli di tingkat konsumen akhir.

 

Melalui platform agromaret.com, permasalahan panjangnya rantai pemasaran dapat diputus. Agromaret.com merupakan platform agribisnis modern yang mempertemukan petani, sekaligus sebagai penjual, dengan pembeli secara langsung. Agromaret.com memiliki visi memperpendek dan memutus rantai pemasaran produk-produk pertanian. Melalui visi ini, agromaret.com berusaha mewujudkan kesejahteraan bagi petani di Indonesia.

 

Platform agromaret.com telah memiliki member agripreuner sebanyak 120,671. Member agripreuner yang tergabung di agromaret.com merupakan petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Petani yang tergabung tidak hanya petani mandiri, tetapi ada yang sudah memiliki PT maupun CV. Tidak hanya bidang pertanian, platform agromaret.com ini juga bergerak untuk menyejahterakan peternak dan nelayan.

 

Cara mendaftar menjadi penjual di agromaret.com sangatlah mudah. Calon member dapat mengisi formulir online yang dapat diakses di website resmi agromaret.com pada menu “Daftar”. Pada menu “daftar”, calon penjual akan disediakan pilihan formulir pendaftaran, yakni formulir pendaftaran yang disediakan oleh agromaret.com, maupun daftar via facebook dan via google.

 

Melalui platform agromaret.com, petani perorangan atau perusahaan pertanian dapat mengiklankan dan menjual produk pertaniannya secara mandiri. Cara mengiklankan produk pertanian di agromaret.com sangatlah mudah. Member melakukan login profil terlebih dahulu dan langsung bisa mengiklankan produk yang akan dijualnya. Iklan yang sudah diunggah oleh penjual akan direview oleh pihak agromaret untuk dikoreksi apabila terdapat kesalahan. Setelah dikoreksi iklan akan ditamplikan di laman agromaret.com.

 

Produk-produk yang dijual melalui platform agromaret.com ini memiliki harga yang relatif sama dengan harga pasar. Bahkan pembeli dapat melalukan negosiasi dengan penjual apabila harga terlalu mahal ataupun tidak sesuai dengan kategori produknya. Proses negosiasi antara penjual dan pembeli ini, diharapkan dapat meminimalisir ketidakpuasan antar kedua belah pihak. Pasalnya, produk-produk pertanian merupakan salah satu produk yang rentan terhadap kerusakan, baik kerusakan secara kualitas maupun kuantitas. Apabila negosiasi ini tidak dilakukan oleh kedua belah pihak, maka pembeli tidak diperbolehkan komplain apabila produk yang dipesan mengalami kerusakan selama di perjalanan pengiriman.

 

Apabila barang sudah diterima oleh pembeli, dan ternyata barangnya mengalami kerusakan, pembeli bisa mengembalikan barang kepada penjual. Pengembalian barang ini dapat dilakukan apabila memenuhi beberapa syarat, salah satunya barang yang diterima tidak sesuai dengan hasil negoisasi yang telah dilakukan sebelumnya. Apabila selama negoissasi pembeli tidak memberikan batasan-batasan kerusakan pada barang, maka barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan.

 

Selain memberikan fasilitas penjualan dan pembelian, agromaret.com juga menyediakan platform kerjasama. Platfom ini ditujukan untuk perusahaan, instasi, atau perorangan yang ingin menlain kerjasama dengan perusahaan lain. Perusahaan atau perorangan yang menjalin kerjasama melalui platform agromaret.com akan difasilitasi menawarkan kerjasamanya dan dipost di websiter resmi agromaret.com.

 

Produk-produk yang dijual melalui platform agromaret.com ini adalah produk pertanian, peternakan, perikanan, maupun produk lainnya yang berkaitan dengan pertanian. Selain produk pertanian, agromaret.com juga memberikan fasilitas penjualan jasa, penjualan lahan/tanah, dan kategori lainnya.

 

Sampai saat ini, telah tercatat lebih dari sembilan ribu visitor yang mengunjungi website agromaret.com setiap harinya dan lebih dari empat ratus lima puluh transaksi dilakukan oleh penjual dan pembeli di agromaret.com. Jumlah barang yang dibeli pun bisa mencapai puluhan ton bahkan ratusan ton setiap transaksi. Platform agromaret.com ini tidak hanya bergerak di lingkup nasional, tetapi sudah merambah di kancah internasional.

 

Melalui transaksi dengan keamanan tinggi, platform agromaret.com dapat dijadikan model agribisnis masa depan yang menjanjikan. Selain itu, melalui visi memutus rantai pemasaran produk pertanian, agromaret.com dapat menjadi acuan dalam memasarkan produk-produk pertanian, peternakan, dan perikanan. Sehingga kesulitan petani, peternak, maupun nelayan dalam memasarkan produk olahannya dapat diatasi melalui platform agromaret.com.

 

 

 

 

Karantina Tumbuhan

Karantina

Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan, karantina didefinisikan sebagai tempat pengasingan dan/atau tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah negara Republik Indonesia. Adapun yang dimaksud karantina tumbuhan adalah tindakan pencegahan masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari luar negeri dan dari suatu area ke area lainnya di dalam negeri atau keluarnya dari dalam wilayah negara Republik Indonesia. Area yang dimaksud merupakan daerah dalam pulau, atau pulau, atau kelompok pulau di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

 

Dasar Hukum Karantina Tumbuhan

Dasar hukum yang digunakan dalam tindakan karantina tumbuhan yaitu:

  1. Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan Dan Tumbuhan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3482).
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 35 dan Nomor 4196).
  3. Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tatacara Tindakan Karantina Tumbuhan Pemasukan Hasil Tumbuhan Hidup Berupa Sayuran Umbi Lapis Segar ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.
  4. Permentan Nomor 9 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tatacara Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Pemasukan Media Pembawa (MP) OPTK ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.
  5. Permentan Nomor 11 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tatacara Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Pengeluaran dan Pemasukan Media Pembawa (MP) OPTK dari Suatu Area ke Area Lain di dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.
  6. Permentan Nomor 12 Tahun 2009 tentang Persyaratan dan Tatacara Tindakan Karantina Tumbuhan Terhadap Pemasukan Media Kemasan Kayu ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.
  7. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3237 Tahun 2009 tentang Bentuk dan Jenis Dokumen Tindakan Karantina Tumbuhan dan Keamanan Panganan Segar Asal Tumbuhan
  8. Permentan Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Benih Holtikultura.
  9. Permentan Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengawasan Keamanan Pangan Terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).
  10. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2016 tentang Jenis Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementrian Pertanian.

Persyaratan Umum Karantina Tumbuhan

Berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992, setiap media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dimasukkan ke dalam wilayah negara Republik Indonesia atau dari suatu area ke area lain di dalam wilayah negara Republik Indonesia wajib :

  1. dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal atau area asal dan negara transit atau area transit tumbuhan dan bagian-bagian tumbuhan, kecuali media pembawa yang tergolong benda lain;
  2. melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditentukan;
  3. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina.

Persyaratan tersebut berlaku juga bagi media pembawa organisme pengganggu tumbuhan yang akan dikeluarkan dari wilayah negara Republik Indonesia apabila disyaratkan oleh negara tujuan.

Saling Mencintai Adalah Syarat Keimanan Seorang Muslim

Cinta, satu kata berjuta makna. Cinta, simbol keagungan sang Pencipta terhadap makhluk-Nya. Cinta, setiap insan pasti terpesona dengan keindahannya. Cinta, sebuah anugerah yang diberikan kepada setiap makhluk yang tercipta.

Agama Islam telah mengatur sedemikian rupa tentang masalah cinta. Bahkan Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk saling mencintai. Baginda juga menyatakan bahwa mencintai saudara mukmin merupakan bagian dari keimanan. Imam Bukhori dalam kitab shohihnya meriwayatkan,

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu’bah dari Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Dan dari Husain Al Mu’alim berkata, telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri”

Baca juga : Bila Cinta Membuncah, Bagaimana Menyikapinya?

Hadits lain yang menyatakan bahwa saling mencintai merupakan bagian dari keimanan adalah hadits riwayat Imam Abu Daud no. 5193,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَفَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى أَمْرٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Dan demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya. Tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, tidakkah kalian ingin kuberitahukan sesuatu yang apabila kalian mengerjakannya, niscaya kalian akan saling mencintai? tebarkanlah salam diantara kalian’. ” dishahihkan oleh: Ibnu Majah (68): Muslim.

Bukti nyata seseorang mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri yaitu memperlakukan saudaranya seperti ia memperlakukan dirinya sendiri, menunaikan hak-haknya dan tidak merampasnya, saling ber-amar ma’ruf nahi munkar, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, menjaga aibnya, dan senantiasa menebarkan salam kepadanya. Menebarkan salam disini memiliki makna menjaga keselamatan (jiwa, harta, benda, keluarga) sang saudara.

 

Quarantine, most important for saving biodiversity in Indonesia

Badan Karantina merupakan unit pelaksana teknis pemerintah dalam mencegah masuknya penyakit baru dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia serta kencegah tersebarnya penyakit ke area yang tidak berpenyakit.

UPT Karantina terbagi menjadi tiga yaitu Balai Karantina Pertanian yang memiliki cakupan kerja karantina tumbuhan dan hewan, Balai karantina manusia yang merupakan lembaga di bawah naungan Kementrian Kesehatan dan memiliki cakupan kerja karantina manusia, serta Balai karantina ikan yang memiliki fokus kerja pada karantina ikan.

Tiap-tiap balai karantina memiliki prosedur kerja masing-masing sesuai undang-undang yang ada di Indonesia. Peraturan perundang-undangan yang telah disahkan merupakan landasan hukum yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh semua petugas karantina dan pengguna jasa karantina. Petugas karantina meliputi petugas ahli, petugas administrasi, petugas fungsional, serta semua petugas yang bersangkutan terhadap pelayanan karantina. Adapun pengguna jasa karantina dapat meliputi eksportir, importir, dan atau institusi atau perorangan yang memghendaki dilakukannya karantina.

Balai karantina dapat ditemukan di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa penyakit karantina. Tempat-tempat tersebut seperti pelabuhan, badan udara, dan tempat-tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa. Tempat pemasukan dan pengeluaran ini juga telah diatur berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Pelaksanaan karantina di Indonesia sangat penting karena negara Indonesia memiliki keragaman biodiversitas yang tinggi. Apabila biodiversitas tersebut tidak dilindungi maka dapat terjadi kerusakan dan kelangkaan biodiversitas.